Aplikasi Revolusi Industri 4.0

Implementasi IoT dalam mewujudkan smart city bisa beraneka ragam, dibatasi hanya oleh imajinasi dan kemampuan dari para pengembangnya. Hilman menyebutkan lima contoh penerapan IoT yang lazim ditemui dalam konsep smart city akhir-akhir ini:

  • Smart lighting. Tak hanya bisa diterapkan pada lampu penerangan jalan, namun juga untuk lampu lalu lintas. “Dengan smart lighting, bisa dipantau mana lampu yang sedang rusak. Bisa juga dimatikan atau dinyalakan dari jarak jauh,” jelas Hilman saat ditemui di acara Selular Congress 2018.
  • Smart parking. Solusi ini bisa digunakan warga untuk mempermudah mencari tempat parkir. Pengguna bisa memesan lebih dulu tempat parkir sebelum tiba di lokasi. Di Indonesia, ada beberapa startup yang menyediakan solusi seperti ini seperti Smark Parking dan Parkiran.
  • Waste management. Volume sampah di suatu tempat penampungan bisa dipantau dari jarak jauh. Petugas kebersihan tak perlu mendatangi satu per satu tempat sampah untuk memeriksanya.
  • Connected manhole. Solusi ini berguna untuk memantau temperatur gorong-gorong yang berada di bawah tanah. Karena gorong-gorong tersebut tak hanya berfungsi sebagai saluran air, namun juga untuk menyimpan kabel hingga tempat jalur pipa gas.
  • Smart electricity. Penyedia layanan listrik bisa mengetahui langsung data pemakaian listrik pengguna tanpa harus mengirim petugas untuk memeriksa di tempat.

Perubahan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 telah mengubah segala aspek kehidupan manusia, semua sektor industry dan perdagangan mengalami perkembangan dari revolusi industry 1.0 sampai hingga saat ini revolusi industry 4.0 yang lebih dikenal dengan sebukan Industrial recolution 4.0.

Revolusi industry 4.0 adalah perubahan besar-besaran di berbagai bidang yang membuat kinerja manusia dan kinerja mesin menjadi kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan, perkembangan ekonomi dan perkembangan teknologi, revolusi Industri 4.0 tidak hanya mengubah di bidang teknologi saja, tetapi juga dibidang lainnya yaitu ekonomi, hukum dan sosial. Perubahan sosial masyarakat selalu terus berubah dari zaman ke zaman sehingga harus adanya revitalisasi ilmu sosial sebagai acuan pengembangan industry teknologi agar tidak terlepas dari nalai kemanusiaan.

Revolusi Industri dimulai dari revolusi industry 1.0 hingga revolusi industry 5.0 perubahan-perubahan yang berkembang merupaka perubahan yang nyata yang dikembangkan oleh manusia. Revolusi industry 1.0 ditandai dengan mekanisme produksi efektifitas dan efisiensi manusia yaitu ditemukannya mesin uap Lalu, revolusi industry 2.0 ditandai dengan produksi masal yang bermutu baik melalui penggunaan listrik yang memuat biaya produksi menjadi lebih murah

Lalu revolusi industry 3.0 dicirikan dengan penyesuaian massal dan manufaktur berbasis otomatis dengan adanya komputerisasi Revolusi industry 4.0 yang mengubah industry 3.0 yang dicirikan dengan perubahan kolaborasi manufaktur intelegensia dan internet of thing sebaga penggerakan konektivitas manusia hidup.

Di revolusi industry 4.0 ini mendisrupsi semua kegiatan manusia diberbagai bidang teknologi saja tetapi merambat juga kebidang lainnya seperti ekonomi, politik dan sosial. Menurut (Kagermann et al, 2013) revolusi industry 4.0 telah memperkenalkan teknologi produksi massal yang fleksiber. Mesin akan beroperasi dengan manusia meruapakan semua secara independen (Sung, 2017). Industry 4.0 digunakan pada 3 faktor yang saling terkait yaitu digitalisasi dna interaksi ekonomi dengan teknik sederhana menuju jaringan ekonomi dengan teknik kompleks, digitalisasi produksi dan layanan, model pasar baru